Berita

PELAKSANAAN RITUAL KEAGAMAAN TIWAH DI DESA TAHAWA JADI PUNCAK UPACARA SUCI UMAT HINDU KAHARINGAN KALIMANTAN TENGAH

×

PELAKSANAAN RITUAL KEAGAMAAN TIWAH DI DESA TAHAWA JADI PUNCAK UPACARA SUCI UMAT HINDU KAHARINGAN KALIMANTAN TENGAH

Sebarkan artikel ini

SUARA ISENMULANG.COM | PULANG PISAU – Pelaksanaan Ritual Keagamaan Tiwah di Desa Tahawa, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah menjadi puncak upacara suci bagi umat Hindu Kaharingan, khususnya masyarakat suku Dayak.

Ritual sakral ini diselenggarakan oleh Keluarga Besar Bapak Tugas B. Sia yang akrab disapa Bapak Ica, selaku Upun Gawi atau penyelenggara upacara. Pelaksanaan Tiwah merupakan wujud penghormatan dan bakti tertinggi kepada orang tua serta saudara yang telah meninggal dunia, dengan tujuan mengantarkan arwah menuju Lewu Tatau atau Sorga sesuai ajaran Hindu Kaharingan.

Basir Obing, selaku Basir dan pemimpin pelaksanaan Ritual Tiwah, menjelaskan kepada media Suara Isen Mulang.Com Kalimantan Tengah pada Sabtu [30/05/2026] pukul 09.30 WIB bahwa Tiwah merupakan tahapan akhir dari perjalanan kematian seseorang.

“Ritual Tiwah ini bersifat sangat suci dan menjadi bagian penting dalam agama keyakinan umat Hindu Kaharingan. Tujuannya untuk menyempurnakan perjalanan arwah leluhur agar sampai ke tempat yang diyakini, yaitu Lewu Tatau atau Sorga. Tanpa Tiwah, perjalanan arwah belum sempurna,” jelas Obing.

Dalam tradisi Dayak Kaharingan, Ritual Tiwah bukan upacara sekali jadi. Pelaksanaannya berlangsung beberapa hari hingga seminggu penuh dengan rangkaian yang padat. Beberapa prosesi utama meliputi pendirian tiang sandung, pelaksanaan tari-tarian adat, prosesi pengorbanan hewan seperti kerbau atau babi sebagai persembahan, hingga penggalian dan pemindahan tulang belulang leluhur untuk ditempatkan di sandung sebagai tempat peristirahatan terakhir.

Lebih dari sekadar ritual keagamaan, Tiwah juga menjadi simbol kebersamaan. Upacara ini mempererat tali silaturahmi keluarga besar, kerabat, dan masyarakat adat yang datang membantu serta mendoakan arwah leluhur.

Dengan dilaksanakannya Tiwah oleh Keluarga Besar Bapak Tugas B. Sia di Desa Tahawa, nilai-nilai luhur budaya Dayak Kaharingan tentang bakti kepada orang tua dan penghormatan kepada leluhur kembali ditegaskan di tengah kehidupan masyarakat modern saat ini.

*TENTANG HINDU KAHARINGAN*
Hindu Kaharingan adalah agama asli suku Dayak di Kalimantan Tengah yang telah diakui sebagai bagian dari Hindu Dharma di Indonesia sejak 1980. Ajaran Kaharingan berpusat pada penghormatan kepada Ranying Hatalla Langit sebagai Tuhan Maha Esa, serta nilai gotong royong, bakti kepada leluhur, dan menjaga harmoni dengan alam. Ritual Tiwah merupakan salah satu upacara terbesar dan paling sakral dalam Kaharingan.

[Salampak Djantan, Berhard GT].
Jurnalist Suara Isen Mulang. Com Kal- Teng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *