SUARA ISENMULANG. COM | PALANGKA RAYA –
Di tengah pekatnya asap kebakaran hutan dan lahan yang mengepung Kota Palangka Raya, Walikota Fairid Napirin. menyalurkan bantuan 7.500 masker bantuan untuk warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Narkoba KM 37, Jln.Tjilik Riwut. Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jum’at [4/9/2026].
Bantuan diserahkan oleh Utusan Fairid Naparin. kepada Petugas Lapas yang menjadi rumah pembinaan bagi ratusan warga binaan kasus narkoba. Berdasarkan data Ditjenpas, Lapas Kelas IIA Palangka Raya membina 267 warga binaan kategori narkoba dari total 319 warga binaan Pidsus.
Bagi mereka, udara bersih bukan lagi hal biasa. Asap karhutla yang tebal membuat napas terasa berat, apalagi di dalam sel dan lingkungan lapas yang dikelilingi lahan terbakar.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Walikota Fairid Napirin. Di sini banyak lahan yang terbakar. Udara yang kami hirup terasa kotor dan berat,” ujar Jainudin, warga yang memiliki kerabat tengah menjalani pembinaan di KM 37.
Kepedulian itu menyentuh. Di saat warga luar bisa menutup pintu dan memasang air purifier, para napi hanya bisa bertahan dengan jeruji dan tembok. Hak untuk menghirup udara sehat pun nyaris luput dari perhatian.
Penyerahan 7.500 masker ini menjadi bentuk nyata bahwa negara tidak melupakan mereka yang sedang menjalani hukuman. Terutama di tengah bencana asap yang tiap tahun datang tanpa diundang.
“Masker ini kecil, tapi maknanya besar. Ini tentang kemanusiaan,” kata salah satu petugas lapas saat menerima bantuan.
Walikota Fairid Napirin menegaskan, perhatian kepada warga binaan adalah bagian dari tanggung jawab pemerintah kota. “Mereka juga warga Palangka Raya. Saat asap setebal ini, semua berhak dapat perlindungan,” ujarnya.
Aksi sederhana ini mengingatkan kita: keadilan tidak hanya soal vonis dan masa tahanan. Keadilan juga soal memastikan setiap orang, termasuk yang berada di balik jeruji, bisa bernapas dengan layak.
[Salampak Djantan]












