Berita Utama

KELUARGA BESAR HITLER, S. Pd, SD DI DESA TUWUNG MENYELENGARAKAN KEGIATAN ADAT UPACARA RITUAL TIWAH TABUH PERTAMA, KEDUA DAN KETIGA

×

KELUARGA BESAR HITLER, S. Pd, SD DI DESA TUWUNG MENYELENGARAKAN KEGIATAN ADAT UPACARA RITUAL TIWAH TABUH PERTAMA, KEDUA DAN KETIGA

Sebarkan artikel ini

SUARA ISENMULANG.COM | PULANG PISAU -Tiwah menjadi salah satu bagian Penting dalam Agama Kaharingan bagi Suku Dayak merupakan sebuah Upacara Ritual Adat Kematian dan Tiwah juga menjadi salah satu Situs Kebudayaan Khususnya di Kalimantan Tengah.

Kegiatan Adat upacara Ritual Tiwah Tabuh [Puncak] Pertama [1], Kedua [2] dan Ketiga [3] yang di Laksanakan pada Tanggal 10, 12, dan 13 November 2025 oleh Keluarga Besar Hitler S.Pd, SD sebagai bentuk Penghormatan, Penghargaan dan Kecintaan terhadap Orang Tua yang sudah Meningggal menuju Lewu Tatau atau Sorga. Bertempat di Halaman Rumah Bapak Hitler, S. Pd, SD di Jalan Lintas Palangka Raya – Kuala Kurun Rt. 01 Desa Tuwung, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, Propinsi Kalimantan Tengah Pukul O8. 00 Wib Pagi sampai Selesai.

Pihak Keluarga Besar Upun Gawi [Penyelengara] Kegiatan Adat upacara Ritual Tiwah Hitler, S.Pd, SD. Mengatakan, Kegiatan ini merupakan Suatu Kewajiban bagi kami sebagai “Tarantang Nule” untuk Meniwahkan yaitu : Orang Tua kami, Saudara Ipar, Anak dan Cucu untuk di Tiwahkan menghantarkan ke Lewu Tatau atau Surga. Tiwah merupakan Ritual Adat tertinggi dalam Pemahaman Suku Dayak Kalimantan Tengah yang mempunyai Keyakinan [Agama] Kaharingan.

Harapan kami nantinya untuk Generasi Penerus, Tiwah ini merupakan suatu kewajiban untuk keluarga ahli Waris Anak Cucu siapa pun kalau Orang Tuanya, Mertua dan Keponakan kalau dia masih Beragama “KAHARINGAN” tetap berkewajiban untuk di Tiwahkan. Kami berharap untuk Keluarga besar kami, beserta Anak Cucu untuk bisa memberi contoh dan Melihat hal – hal apa yang kami lakukan, karena kami akan menyelesaikan yang menjadi Kewajiban kami selaku sebagai Anak dari orang Tua Kami.

Dalam hal ini, Kata Hitler S. Pd, SD Kegiatan Adat upacara Ritual Tiwah hari ini sebanyak 8 [Delapan] orang yang telah meninggal di Hormati melalui Prosesi Adat Ritual Tiwah, Pihak Keluarga juga menyiapkan Hewan Yaitu : 5 [Lima] Ekor Kerbau dan 3 [Tiga] Ekor Babi. Kegiatan Adat Upacara Ritual Tiwah Tabuh [Puncak] di hadiri oleh Pihak Unsur Tingkat Tripika yaitu : Camat Kahayan Tengah, KAPOLSEK Kahayan Tengah, DANRAMIL 1011 / – 11 Kahayan Tengah dan Pihak seluruh Keluarga, dalam kesempatan itu juga Pihak Keluarga Besar Bapak Hitler, S.Pd, SD mempersilahkan Bapak KAPOLSEK Kahayan Tengah IPTU Rusman, S. Ikom untuk menombak Hewan Kurban Kerbau yang di Ikat di tiang Patung Sapundu sebagai bentuk Penghormatan dari pihak keluarga yang menyelenggarakan kegiatan tersebut dan di mulainya Acara Tabuh [Puncak] kegiatan adat Upacara Ritual Tiwah, Ungkapnya pada Hari Senin (10/11/2025) Pukul 09.30 Wib.

Sementara itu Camat Kahayan Tengah Sirwo, S. Pd, SD dalam kesempatan itu menyampaikan, melalui Kegiatan Adat upacara Ritual Tiwah ini Adalah merupakan salah satu Acara Ritual yang di laksanakan Oleh Hindu Kaharingan Kalimantan Tengah pada Khususnya, ini juga tidak setiap tahunnya ada untuk Wilayah Kecamatan Kahayan Tengah sendiri sudah hampir 6 dan 7 Tahun yang lalu dan yang ada kali ini. Jadi di samping melaksanakan Ritual keagamaan ini merupakan salah satu Destinasi Wisata di mana Generasi kita Perlu melihat untuk melestarikan Budaya Tiwah ini.

Pesan saya untuk wilayah kita, andaikan Kebetulan ada kegiatan ini, tolong di ikuti terutama Generasi muda yang belum Pernah melihat Acara Ritual Tiwah. Tiwah juga tidak bisa di laksanakan serta merta karena Prosesinya Panjang, sehinga memerlukan Persiapan segala hal baik Moril maupun Materil dan tidak sedikit Biaya yang harus di Keluarkan untuk Keluarga yang Melaksanakan Tiwah. Ucapnya Camat Kahayan Tengah.

Hal Senada juga di Ungkapkan Kepala Desa Tuwung, David F . A, Ia mengatakan Bahwa Kegiatan Adat upacara Ritual Tiwah adalah salah satu bentuk Cinta dan Kasih sayang anak – anak Ahli Waris kepada Orang Tua, Anak Cucu ataupun orang yang sudah meninggal untuk di Tiwahkan. Tujuan terpenting adalah Ungkapan dari Ritual terakhir dari Orang Tua, anak, Cucu maupun ibu, Kakek Nenek yang Sudah Neninggal kita Ritualkan dengan Acara Tiwah untuk melaksanakan tugas dan Kewajiban terakhir dari Anak – anak maupun dari Ahli Warisnya.

Kami selaku Kades Tuwung menghimbau untuk Generasi – generasi Penerus dengan adanya Acara Kegiatan Adat Upacara Ritual Tiwah ini adalah salah satu bentuk dan Contoh Generasi selanjutnya untuk melaksanakan Ritual Tiwah ini sebagaimana mestinya. Ritual Tiwah ini juga di hadiri berbagai Elemen baik Tua, muda dan Anak – anak agar bisa melihat secara Langsung bagaimana Kegiatan Adat Upacara Ritual Tiwah ini di Laksanakan dari Awal, Pertengahan dan Terakhir, Paparnya Kades.

(Salampak Djantan, Benhard G. T).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *